Salah Pengertian Tentang Public Relations

Sebagai seorang Mahasiswi Public Relations ( PR ) yang bijak. walau sebenarnya passion saya juga belum sepenuhnya menjadi seorang PR.. tapi saya punya sedikit opini tentang keberadaan PR yang terus berkembang di era globalisasi ini. Ya.. diantaranya adalah salahnya pengertian masyarakat tentang PR.. ada beberapa asumsi yang saya dapati dari beberapa orang yang saya ajak berdiskusi tentang PR, dan katanyaaa… PR ituuuu…
1. Public Relations adalah Personal Relations
Sering orang menilai bahwa seseorang mempunyai kemampuan public relations karena orang itu pandai membina hubungan secara pribadi, Pengertian ini tidak salah 100% karena seorang praktisi yang baik haruslah pandai membangun personal relations. Namun ini saja tidak cukup. Pendapat bahwa public relations sama dengan personal relations pernah pula muncul di kalangan praktisi yang menyatakan bahwa public relations adalah personalized relationship.
2. Public Relations adalah alat Propaganda
Memang public relations mempunyai akar yang kuat pada persaingan antar perusahaan. Pada masa persaingan, pihak yang bersaing sering mengirim pesan yang salah kepada saingannya untuk mematahkan semangatnya. Propaganda dilakukan dengan tidak jujur untuk memperoleh kemenangan sepihak.
Public relations sering dianggap sebagai alat propaganda oleh eksekutif perusahaanyang tidak paham benar. Dengan itu diharapkan public akan bersimpati kepada perusahaan, dan perusahaan dapat memenangkan persaingan. Teknik-teknik pemberitaan pers dan iklan dengan tidak jujur sering menyesatkan praktek public relations.
3. Public Relations adalah Publisitas
Pendapat ini sering tercermin dalam kegiatan public relations lembaga-lembaga milik pemerintah untuk mempublikasikan kebijakan-kebijakan pemerintah serta pemimpinnya. Public relations disini tak lebih dari press relations yang pekerjaan sehari-harinya adalah menyusun jadwal untuk membawa wartawan mengikuti kunjungan pejabat ke daerah. Sekali lagi hal ini adalah bukan public relations, melainkan press relations.
4. Public Relations adalah Iklan Gratis
Karena iklan harus dibayar, maka berita tentang perusahaan yang dimuat di suatu media dianggap sebagai iklan yang gratis. Oleh karena itu banyak praktisi pemasaran yang berupaya memanfaatkan publikasi pers untuk berpromosi. Padahal bukan itu tujuan permuatan suatu media. Public Relations menggunakan pers untuk menjelaskan sesuatu untuk membangun citra.
5. Public Relations adalah Menjual Senyum
Memang untuk berhasil “membujuk” orang lain, public relations membutuhkan keramahan. Namun perlu diketahui bahwa itu bukan public relations. Public relations dapat menggunakan orang lain seperti tokoh-tokoh selebritis (artis) untuk membujuk orang lain. Inti kegiatan ini sebenarnya terletak pada keahlian mengembangkan dan menjalankan strategi.
Diatas adalah kesimpulan dari beberapa asumsi orang-rang sekitar yang saya dapatkan.. dalam menanggapi hal ini saya sebagai calon PR profesional tentu tidak mau hal tersebut akan terus menerus melekat di benak masyarakat tentang PR, yang mungkin nantinya akan menjadi “bola salju” untuk profesi PR..
So guys..What should we do ?
keep your passion on..!!!

